Bulan bahasa

Mendengar atau mendengarkan ?

Oleh Scholastica P. Putri Nastiti, S.S.

24 Oktober 2020

Pernah kan di pagi hari mendengarkan kicauan burung pipit yang sedang asyik terbang di angkasa? Atau suara angin yang terdengar dari sibaknya tirai jendela yang terbuka? Bahkan hal yang kita tidak suka, tapi sangat dibutuhkan. Suara alarm yang memaksa untuk bangun di pagi hari? Hal-hal sederhana itu kita alami di setiap waktu. Mendengar berbagai macam suara/bunyi dari sekeliling.


Tanpa sadar, sebenarnya kita memiliki kemampuan mendengar yang sudah dilatih bahkan sejak dalam kandungan Ibu. Contohnya ketika seorang Ibu hamil mengajak bayi yang ada di dalam kandungannya.


Sangat menyenangkan jika mendengar cerita tersebut, ketika bayi yang dikandungnya diajak berkomunikasi/ngobrol. Si Ibu bercerita bahwa bayinya dapat merespons walaupun hanya dengan gerakan kaki (menendang perut Ibu). Hal ini membuktikan bahwa bayi di dalam perut, mendengarkan suara Ibu. Sampai akhirnya ketika si bayi itu lahir, hal yang paling ditunggu adalah peristiwa mendengarkan suara tangisan bayi.


Ada sebuah penelitian yang dilakukan oleh tim peneliti dari Oregon University (2013) tentang hal ini. Penelitian itu mengungkapkan bahwa bayi mampu mengenali kata-kata atau bunyi-bunyian yang diberikan ketika mereka masih dalam kandungan. Peneliti mengukur sinyal saraf bayi-bayi tersebut, dan terbukti bahwa pembelajaran bahasa dimulai dari dalam rahim. Suara Ibu yang dikenali oleh bayi dapat membantu menenangkan dan membuatnya merasa aman (dikutip dari sehatq.com).


Tidak berhenti sampai di situ ternyata. Peristiwa tersentak saat tidur karena mendengarkan suatu suara juga proses mendengarkan. Indra pendengaran kita masih aktif saat tidur.


The Indiana Express menyebutkan, penelitian Vanderbilt University di Nashville, Tennessee, menemukan bahwa ketika tertidur, satu-satunya bagian tubuh yang tetap aktif adalah telinga. Itulah mengapa ketika tidur, kita dapat terbangun karena mendengar suara yang bising. Dan mungkin juga ketika bangun tidur, kita seperti punya ingatan tentang apa yang kita dengar saat tidur (dilansir dari artikel era.id)


Indra pendengaran merupakan indra yang istimewa. Ada sebuah cerita tentang seorang dokter yang meminta keluarga/orang yang dikasihi untuk mendampingi seorang pasien kritis yang akan menemui ajalnya. Dokter tersebut meminta mereka untuk berbicara dan berkomunikasi dengan pasien. Ternyata hal ini bukan tanpa alasan.


Indra pendengaran merupakan indra terakhir yang berfungsi menjelang kematian manusia. Ketika seseorang menghadapi saat-saat terakhirnya dalam kehidupan, rupanya otak masih terus memproses suara dengan cara yang sama ketika berusia muda atau dalam kondisi sehat (studi yang dipublikasikan pada jurnal Scientific Reports).


Temuan ini menunjukkan bahwa kata-kata yang diucapkan kepada orang-orang yang kita kasihi saat dalam keadaan kritis, mungkin masih didengar dan dapat membantu menghibur sebelum pergi meninggalkan dunia.



Mendengar dan Mendengarkan

Mendengar berasal dari kata “dengar” ditambah awalan “me(N)”.


Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), mendengar adalah: 1 dapat menangkap suara (bunyi) dengan telinga; tidak tuli; 2 menangkap suara (bunyi) dengan telinga; 3 mendapat kabar; 4 telah mendengarkan (dalam resolusi, keputusan, dan sebagainya) mengingat dan sebagainya, memutuskan; 5 menurut; mengindahkan.


Herry Hermawan dalam Menyimak, Keterampilan Berkomunikasi yang Terabaikan, juga menegaskan bahwa mendengar adalah proses ketika gelombang-gelombang suara mengenai gendang telinga dan menyebabkan sejumlah getaran yang ditransformasikan ke otak.


Lain halnya dengan mendengarkan. KBBI menuliskan bahwa mendengarkan adalah 1 mendengarkan sesuatu dengan sungguh-sungguh, memasang telinga baik-baik untuk mendengar; 2 memperhatikan; mengindahkan; menurut(nasihat, bujukan, dsb).


Burhan (1971:81), mendengar adalah suatu proses menangkap, memahami, dan mengingat dengan sebaik-baiknya apa yang didengarnya atau sesuatu yang dikatakan oleh orang lain kepadanya.


Setelah membaca beberapa pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa mendengar dan mendengarkan merupakan aktivitas yang berbeda. Mendengar adalah menangkap suara/bunyi yang ada di sekitar tanpa perlu diproses lebih lanjut. Sementara mendengarkan adalah mendengar ditambah memahami informasi dan juga mengingatnya dengan baik. Proses lebih jauh lagi, setelah mendengarkan suatu hal, kita dapat menginformasikan kembali apa yang telah kita dengarkan kepada orang lain.


Jika seperti itu, bukankah aktivitas ini kita lakukan terus menerus di sepanjang hidup? Teknologi, akhir-akhir ini berkembang sangat pesat. Bahkan dengan adanya pandemi Covid-19, teknologi menjadi alat yang diperhitungkan untuk menghubungkan satu orang dengan orang lainnya.


Mendengar dan mendengarkan bukan lagi hanya aktivitas yang dilakukan oleh dua orang atau lebih secara langsung (tatap muka), namun dapat dilakukan secara virtual. Di zaman modern seperti ini, setiap suara dapat diteruskan tanpa batas dengan teknologi yang semakin canggih.


Konten musik di berbagai kanal/aplikasi kenamaan, contohnya. Juga konten suara dari yang beredukasi tinggi hingga yang paling sederhana, semuanya dapat diakses hanya dengan mengetuk tombol di gawai yang kita dimiliki.


Hal ini yang kemudian menyebabkan kemampuan kita untuk mendengar dan mendengarkan sangat perlu untuk dilatih terus-menerus. Baik mendengarkan langsung atau mendengarkan tidak langsung. Hai ini terkait dengan informasi apa yang hanya perlu kita “didengar” dan apa yang perlu “didengarkan”.


Kebiasaan mendengarkan yang baik, memang harus kita latih sejak dini. Dengan kebiasaan mendengarkan yang baik, setiap kita akan belajar banyak hal. Yang paling utama adalah menghargai orang lain yang sedang berbicara.


Selain itu, kita juga dapat melatih kefokusan dalam menelaah informasi yang disampaikan (mana yang perlu diproses lebih lanjut, mana yang tidak). Ketika kita mampu mendengarkan dan mengolah informasi dengan baik, secara tidak langsung kita mampu mengolah emosi dengan baik pula.


Yuk asah kemampuan untuk mendengar dan mendengarkan!